Pasangkayu, 28 Maret 2026 — Sinergi antara aparat teritorial dan masyarakat kembali terlihat nyata di wilayah pesisir Sulawesi Barat. Babinsa Desa Pangiang, Sertu Amiruddin dari Koramil 1427-02/Bambalamotu, bersama pemerintah desa dan warga setempat melaksanakan kegiatan gotong royong pembuatan tanggul darurat sebagai upaya mengantisipasi abrasi pantai yang semakin mengkhawatirkan.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu pagi sekitar pukul 09.00 WITA tersebut dipusatkan di Dusun Babana, Desa Pangiang, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Pangiang Rizal, S.Pd., Babinsa Sertu Amiruddin, tokoh agama Ahbab, para kepala dusun, tokoh masyarakat Musba, serta puluhan warga yang secara sukarela terlibat dalam kerja bakti.
Kepala Desa Pangiang, Rizal, S.Pd., dalam keterangannya menyampaikan bahwa pembangunan tanggul sementara ini merupakan langkah darurat untuk menahan dampak abrasi yang kerap terjadi saat gelombang tinggi.
Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut telah beberapa kali menyebabkan air laut meluap hingga ke badan jalan, sehingga berpotensi merusak infrastruktur vital yang menghubungkan wilayah Sulawesi Tengah dan sekitarnya. “Pembuatan tanggul sementara ini kami lakukan sebagai bentuk antisipasi agar abrasi tidak semakin meluas dan merusak jalan yang menjadi akses utama masyarakat, ” ujarnya.
Lebih lanjut, Rizal mengungkapkan bahwa proses pembuatan tanggul dilakukan secara sederhana namun efektif, yakni dengan mengisi karung plastik menggunakan pasir, kemudian menyusunnya di sepanjang garis pantai sejauh kurang lebih 30 meter. Ia menegaskan bahwa tanggul ini bersifat sementara, sembari menunggu realisasi pembangunan tanggul permanen dari pemerintah daerah.
“Kami sangat berharap pemerintah Kabupaten Pasangkayu segera mengambil langkah konkret sebelum kondisi jalan semakin parah dan berpotensi lumpuh total, ” tambahnya.
Sementara itu, Babinsa Desa Pangiang, Sertu Amiruddin, menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan keselamatan masyarakat di wilayah binaannya.
“Kegiatan kerja bakti ini adalah wujud kebersamaan antara TNI dan masyarakat dalam menghadapi persoalan di lapangan. Kami berupaya melakukan penanganan awal agar kerusakan tidak semakin parah, ” ungkapnya.
Apresiasi juga datang dari tokoh agama setempat, Ahbab, yang menilai kehadiran Babinsa sangat membantu dan memberikan semangat bagi masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan. Ia menyebut bahwa keterlibatan aktif Babinsa di tengah masyarakat menjadi bukti nyata kedekatan TNI dengan rakyat. “Kami sangat mengapresiasi kehadiran Babinsa yang selalu sigap membantu. Semoga upaya ini menjadi langkah awal sebelum adanya penanganan lebih lanjut dari pemerintah, ” tuturnya.
Kegiatan gotong royong tersebut berlangsung dengan lancar, aman, dan penuh semangat kebersamaan hingga selesai pada pukul 10.00 WITA. Sinergi antara aparat dan masyarakat ini diharapkan menjadi contoh nyata kolaborasi dalam menghadapi tantangan lingkungan, sekaligus mendorong percepatan perhatian dari pemerintah daerah terhadap kebutuhan infrastruktur yang mendesak.
